Hiu Biru (Blue Shark)

blueshark

Bernama latin Prionace glauca, hiu biru atau blue shark adalah spesies hiu dari famili Carcharhinidae. Mereka biasa mendiami perairan di lautan beriklim sedang dan tropis dunia–meskipun sebenarnya lebih menggemari air dingin. Karena itu, mereka kerap kali melakukan migrasi jarak jauh, seperti dari New England ke Amerika Selatan.

Hiu biru sering juga disebut hiu air (Bali), hiu karet (Lombok), hiu lalaek, hingga cucut selendang (Jawa). Mereka memiliki ciri-ciri khusus sebagai berikut. Sirip dada hiu biru panjang dan serupa sabit besar. Bagian punggung mereka berwarna biru nila, sementara bagian perutnya berwarna putih. Batang ekor memiliki keel yang lemah di kedua sisinya. Pergerakan mereka sangat cepat. Hiu biru jantan dewasa umumnya tumbuh hingga 1,82-2,82 m, sedangkan betina lebih besar biasanya tumbuh 2,2-3,3 m. Ukuran mereka bisa mencapai 3,8 m (panjang) dengan berat 27-55 kg pada jantan dan 93-182 kg pada betina dewasa. Berat terberat bagi spesies ini adalah 391 kg.

Hiu biru adalah vivipar. Terkenal mampu memproduksi 25 sampai lebih dari 100 ekor anak antara 9 dan 12 bulan. Diyakini, mereka dapat hidup sampai 20 tahun. Hiu biru betina mencapai kedewasaan pada 5-6 tahun, sementara sang jantan pada 4-5 tahun. Kulit betina sekitar tiga kali lebih tebal dibandingkan dengan jantan.

Makanan utama hiu biru adalah ikan-ikan kecil dan cumi-cumi. Namun, invertebrata (krustasea terutama pelagis ), hiu kecil , Cetacea (mungkin bangkai), dan burung laut kadang-kadang turut dikonsumsi.

Sayangnya, hiu biru yang cantik ini masuk dalam daftar merah IUCN dengan kriteria Near Threatened (2009). Ini karena penurunan jumlah populasi hiu biru secara drastis dalam 4-6 tahun terakhir. Hiu biru diduga diambil dalam jumlah besar (diperkirakan 20 juta orang per tahun), terutama bycatch.

0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *