Perburuan Hiu Kian Marak, #SaveSharks Indonesia Tuntut Regulasi Penuh*

Antara

Foto: Antara.

Bagian tubuh hiu yang paling banyak yang diekspor ke luar negeri adalah siripnya.

 

Banyaknya keanekaragaman hewan di lautan Indonesia ternyata membuat segelintir oknum melakukan hal yang tidak bertanggung jawab. Salah satu tindakannya adalah memburu hiu yang menjadi top predator di lautan untuk diperjualbelikan demi meraup keuntungan.

Hal tersebut terus dilakukan karena melihat adanya pola konsumsi masyarakat yang gemar mengonsumsi seafood, termasuk hiu untuk pengobatan yang sebenarnya belum terbukti secara ilmiah. Komunitas #SaveSharks Indonesia yang mempunyai visi dan misi melindungi hiu dari perburuan pun gerah melihat makin banyaknya oknum tidak bertanggung jawab tersebut.

“Pola konsumsi masyarakat dapat dikatakan kurang bertanggung jawab, ya, karena mereka mengonsumsi hewan yang menjadi top predator di lautan,” ungkap Dithi Sofia, volunteer #SaveSharks Indonesia kepada JITUNEWS.COM di sela-sela acara Festival Air 2015 di Kampus IPB Dramaga, Bogor beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut ia menjelaskan, beberapa alasan mereka memburu hiu itu karena melihat kebutuhan masayarakat yang banyak mengkonsumsi hiu untuk dijadikan bahan pengobatan. Namun, sebenarnya hal itu belum terbukti secara ilmiah dan masih harus dikaji lebih jauh lagi.

“Segala mitos tentang hiu yang bisa menyembuhkan penyakit juga sebenarnya belum terbukti secara ilmiah. Jadi, bisa dibilang mereka mengonsumsi hiu bukan karena kebutuhan melainkan gengsi,” kata wanita yang juga menjadi Putri Bahari Indonesia tersebut.

Bagian tubuh hiu yang paling banyak yang diekspor ke luar negeri itu, lanjutnya, adalah sirip hiu. Namun, sebenarnya semua bagian tubuh dari hiu mereka manfaatkan dan hal itu tentunya akan menghancurkan ekosistem dari hiu itu sendiri.

“Seluruh bagian tubuh dari hiu mereka manfaatkan untuk di konsumsi ke beberapa daerah Indonesia atau bahkan di ekspor ke luar negeri. Tindakan seperti itu tentunya sangat tidak bertanggung jawab karena akan menghancurkan ekosistem yang menjadi top predator di lautan,” tuturnya.

Ia pun berharap pemerintah dapat dengan cepat membuat regulasi penuh untuk melindungi hiu dari perburuan agar ekosistemnya tetap terjaga.

“Intinya pemerintah harus cepat-cepat mengeluarkan regulasi penuh terhadap semua jenis hiu, karena yang saat ini hanya beberapa saja yang baru dilindungi,” pungkasnya.

 

*Artikel ini ditulis oleh Aditya Wardhana dan terbit pada 1 Desember 2015 di tautan berikut ini: http://www.jitunews.com/read/26259/perburuan-hiu-kian-marak-save-sharks-indonesia-tuntut-regulasi-penuh

Komunitas peduli laut yang mendukung penghentian eksploitasi hiu di perairan Indonesia melalui kampanye & edukasi kepada konsumen. Facebook Twitter

0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *