The Savers

17 September 2013 Comments Off
Adhisty Prameswari Putri

Adhisty Prameswari Putri

Untuk sapaan pendeknya, ia biasa dipanggil Disty. Perempuan yang masih berstatus mahasiswa S2 Institut Seni Indonesia ini juga seorang guru seni budaya. Lewat profesinya tersebut, ia melakukan kegiatan #SaveSharks bersama murid-muridnya dengan cara berkarya seni yang bertemakan #SaveSharks, makanya muncullah julukan dari muridnya "si ibu hiu". Disty berharap bisa menularkan kepedulian terhadap kampanye #SaveSharks dan kepada semua orang.

Adithiyasanti Sofia

Adithiyasanti Sofia

Besar di area pantai sejak kecil, menumbuhkan kecintaan perempuan yang boleh disapa Dithi ini, terhadap lingkungan laut. Bukti kecintaannya tersebut dibuktikan dengan meraih prestasi menjadi Putri Bahari Indonesia 2012, dan turut aktif menyebarkan virus #SaveSharks kepada rekan-rekannya. Kebetulan, pekerjaannya di sebuah konsultan komunikasi lingkungan membuatnya lekat dan paham terhadap isu-isu lingkungan yang sedang terjadi.

Astri Apriyani

Astri Apriyani

Perempuan yang memiliki determinasi tinggi pada dunia jurnalisme ini mulai menjadi pejalan yang "keracunan" ketika menjadi salah satu finalis ACI Detik.com pada 2010. Setelahnya, profesinya sebagai jurnalis memungkinkannya untuk menjadi pejalan dengan 'kacamata' yang lebih kaya. Kini, di sela kesibukannya menulis sastra, catatan perjalanan, dan feature yang bisa diintip di Philogynik dan Senja, ia turut serta dalam kampanye #SaveSharks, mendukung sebisa yang ia mampu.

Brian Sulaiman

Brian Sulaiman

Terlahir dengan nama Brian Sulaiman pada 25 Agustus 1989 di Padang, dia dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang sederhana. Tumbuh dan berkembang di Ibukota, pria yang biasa dipanggil Sule ini mempunyai kegemaran traveling semenjak duduk di bangku SMA. Ketika kuliah, ia melanjutkan pendidikan di Institut Teknologi Bandung dan mengambil bidang kejuruan di Fakultas Ilmu Teknologi Kebumian. Lulus sebagai Sarjana Sains pada 2012, saat ini dia sedang ikut berkontribusi dalam kampanye #SaveSharks dan mengembangkan gerakan pemuda Indiscoveria, yaitu kampanye mendorong pemuda untuk mengenal Indonesia, yang berpusat di Bandung.

Dadang Lesmana

Dadang Lesmana

Dadang Lesmana, lahir di Jakarta, 18 Juli 1973. Kegemaran terhadap seni, lingkungan hidup, dan bepergian membuatnya peduli pada keindahan dan kelestarian. Laut memiliki arti tersendiri baginya. Aktif dalam kegiatan Pramuka Saka Bahari sejak tahun 1989; menyelam, berlayar keliling dunia bersama KRI Dewaruci, serta mengikuti kegiatan-kegiatan bertema lingkungan dan kebaharian. Mutlak baginya bahwa kelestarian laut adalah kunci keberlangsungan hidup manusia, makhluk hidup lain dan bumi. Saat ini, bekerja freelance di bidang desain grafis, sambil tetap menjalani hobi. Bisa dihubungi melalui e-mail ddnglesmana@gmail.com dan Twitter @lesmanadadang.

Dayu Hatmanti

Dayu Hatmanti

Memenangkan ajang pemilihan Miss Scuba International pada 2011 merupakan titik balik penting bagi hidupnya. Kesempatan untuk menyelam di banyak tempat, mempromosikan olahraga selam, hingga terlibat di berbagai kegiatan konservasi bahari, membuat kecintaannya terhadap dunia laut semakin mendalam. Saat ini, ia sedang melanjutkan studi di MM CSR Universitas Trisakti dan bekerja sebagai TV presenter untuk beberapa program traveling di Indonesia, sembari terjun aktif dalam kampanye #SaveSharks.

Diana Susanti

Diana Susanti

Selain bekerja sebagai tukang nyatet, menghitung uang, dan menyebar Majalah Divemag Indonesia ke seluruh kota di Indonesia, ia kerap pula sibuk dengan kampanye #SaveSharks. Kegiatan lain di luar itu, ia rajin ikut Komunitas Jejak Petualang, dan kalau mumet di Jakarta, suka menepi ke gunung.

Dimas Sugih Cahaya

Dimas Sugih Cahaya

Creative Division Divemag Indonesia yang tak hanya piawai soal desain, foto, ilustrasi, sampai menulis resensi, membuatnya bersemangat dan aktif bertukar pikiran menciptakan desain-desain menarik untuk kebutuhan kampanye #SaveSharks, seperti stiker, kaus, hingga pin Itong.

Fahmi Anhar

Fahmi Anhar

Rela blusukan ke pasar tradisional demi kenikmatan semangkok es dawet atau sebungkus getuk, Fahmi adalah seorang pencinta jalan-jalan yang juga pengagum heritage sites dan pantai. Ia senang berbagi kisah perjalanannya di blognya. Titik balik kecintaan dan kepeduliannya terhadap laut Indonesia adalah ketika berkesempatan melihat dari dekat kehidupan surga bawah laut Pulau Alor. Tingkah polah beraneka warna ikan dan lebatnya kebun terumbu karang menyadarkannya, bahwa sangat disayangkan apabila ekosistem itu rusak karena ulah manusia yang tidak bijaksana. So, let's #SaveCorals #SaveSharks!

Gemala Hanafiah

Gemala Hanafiah

Perempuan yang lebih sering dipanggil Al, ini aktif mempromosikan Indonesia melalui kacamata seorang surfer. Ia rajin berbagi cerita mengenai tempat-tempat yang telah dikunjunginya melalui gemalahanafiah.blogspot.com. Di antara kesibukan menjadi host program traveling, ia menyempatkan diri menjadi kontributor di Divemag Indonesia, dan banyak terlibat dalam isu kelautan, termasuk #SaveSharks.

Josefine Yaputri

Josefine Yaputri

Biasa disapa Sefin, perempuan ini suka sekali bunga matahari dan minum teh panas. Hobinya berenang dan main biola. Kecintaannya pada pantai dan laut membuatnya aktif dalam kampanye #SaveSharks sejak Oktober 2012, hingga tidak jarang, teman-teman memanggilnya Wanita Hiu. Dengan ikut kampanye #SaveSharks, Sefin berharap partisipasinya bisa menginspirasi anak-anak lokal supaya lebih peduli terhadap alam Indonesia.

Karania Metta

Karania Metta

Seorang multimedia-graphic designer ini selalu semangat belajar hal-hal baru, merasakan pengalaman-pengalaman baru, hingga mengenal orang-orang baru. Suka jalan ke mana pun saat waktu dan isi dompet berjalan selaras. Ia juga selalu suka langit senja dan langit malam bertabur bintang. Sayang bumi dan semesta. Let's #SaveSharks, save the ocean, and save the earth!

Muljadi Pinneng Sulungbudi

Muljadi Pinneng Sulungbudi

Ia adalah salah satu orang yang tergabung dalam tim awal pendiri Divemag Indonesia. Hobi fotografi bawah lautnya semakin serius dilakoni sejak beberapa kali mengikuti kompetisi foto bawah air internasional dan kemudian bergabung menjadi In House Photographer Divemag Indonesia. Berbagai lokasi eksotis telah dikunjunginya, sambil beberapa kali mengadakan acara offline di sekolah-sekolah untuk mengenalkan dunia bawah laut, juga hiu.

Nadine Chandrawinata

Nadine Chandrawinata

Penyelam aktif ini agak sulit ditemui di kota besar. Ia lebih sering bisa ditemui di pesisir, terutama kawasan Raja Ampat; asyik menenggelamkan tubuhnya. Karena attachment yang dalam terhadap laut, Putri Indonesia 2005 ini semakin giat berkampanye soal laut, terutama isu hiu dan sampah.

Novaldi Nurfi Landami

Novaldi Nurfi Landami

Ia yang dipanggil Ragil, bekerja di Divemag Indonesia bagian distribusi dan etc. Selain kerja, suka jalan kaki ke gunung-gunung di Indonesia. Lalu, kenapa turut #SaveSharks? Sederhananya, sih, ia ingin anak-cucunya kelak masih bisa melihat binatang laut bernama hiu.

Riyanni Djangkaru

Riyanni Djangkaru

Karier di awal media melalui program petualangan di akhir 2002 hingga 2012, membuat hobi pelesirnya yang sudah tumbuh sedari kecil semakin terasah. Ia kemudian mendirikan majalah gaya hidup penyelam, Divemag Indonesia, pada 2010. Majalah ini semakin memfokuskan dirinya pada isu-isu kelautan. Bersama Divemag Indonesia, Riyanni Djangkaru meluncurkan kampanye #SaveSharks yang mengutamakan edukasi kepada konsumen di akhir 2010.

Vicho Prama Arilaha

Vicho Prama Arilaha

Anak pertama dari Chairil Anwar Arilaha dan Endang ini lahir di Tanjung Pinang, 28 Mei 1991. Kini, Vicho sedang mengenyam studinya di Universitas Trisakti Jurusan Teknik Perminyakan. Namun, ia mulai belajar lebih mendalam tentang isu lingkungan ketika duduk di bangku SMA. Ketika ia dewasa, kecintaannya terhadap lingkungan, terutama binatang dan alam, semakin kental. Maka, ia kemudian merasa perlu untuk ikut kampanye #SaveSharks. #SaveSharks #SaveOurOcean.

Wening Nurtiasasi

Wening Nurtiasasi

Ia menghabiskan waktu sehari-hari di kantor Divemag Indonesia sebagai Marketing and Promotion, dan kadang-kadang sebagai seksi sibuk untuk beberapa event. Tertarik terhadap konservasi lingkungan, perempuan yang biasa disapa Weu ini akhirnya menemukan tempat berlabuh untuk menyelamatkan hiu. Ia membantu tugas sebagai Social Media Strategist dalam kampanye #SaveSharks.

Komunitas peduli laut yang mendukung penghentian eksploitasi hiu di perairan Indonesia melalui kampanye & edukasi kepada konsumen. Facebook Twitter