#SaveSharks: Bukan Sekadar Hashtag

24 September 2013 Leave a reply

Source: www.ourbreathingplanet.com

Why #SaveSharks? Pertanyaan ini seringkali muncul dan mengarah pada saya, sebagai salah satu orang yang cukup gencar ikut dalam kampanye penyelamatan hiu. Sekadar informasi, kampanye ini diawali oleh Divemag Indonesia dan Riyanni Djangkaru dengan ikon Itong atau Hiu Tonggos yang menggemaskan. Dengan hashtag #SaveSharks yang amat terkenal di jejaring sosial, terutama Twitter, saya pada akhirnya bergabung dengan misi ini untuk Nescafe Journey 2.

Kenapa hiu? Kenapa bukan hewan lain? Bagi yang belum tahu, hiu sendiri adalah predator utama dalam rantai makanan ekosistem laut, sehingga hiu memegang peranan yang sangat penting. Tanpa adanya hiu, keseimbangan ekosistem secara total menjadi sangat terganggu. Jumlah hiu turut mempengaruhi jumlah spesies-spesies yang berada di bawahnya dalam rantai makanan. Singkatnya, bila jumlah hiu berkurang terus-menerus, kemungkinan kita untuk makan seafood enak akan menjadi sangat kecil. Nggak mau, ‘kan?

Hiu yang selama ini dianggap sebagai hewan laut yang buas dalam film-film nyatanya tidak seseram itu. Buktinya, waktu saya, Karin, dan Riyanni diving di Raja Ampat, hiu-hiu di sana berenang seperti ikan-ikan lain dan tidak mengganggu sama sekali. Dan, menurut hasil penelitian, jumlah manusia yang terbunuh karena diserang hiu setiap tahunnya hanya dua belas, sementara jumlah hiu yang diburu manusia tiap tahunnya mencapai lebih dari 100 juta!

Hiu-hiu diburu karena daya jualnya tinggi. Siripnya diburu untuk sup yang katanya bergizi, padahal tidak ada rasanya dan mengandung merkuri 40 kali di atas batas aman. Yang lebih menyedihkan, di kota-kota besar di Indonesia, kuliner daging hiu menjadi tren untuk disajikan bersama nasi goreng, sate, dll. Konsumen yang tidak bijak tentu langsung ikut-ikutan dan makan semua ini tanpa memikirkan dampaknya. FYI, merkuri dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti kanker dan penyakit minamata yang menyebabkan kecacatan juga masalah saraf.

#SaveSharks bukan sekadar gerakan yang membicarakan tentang “ayo kita sama-sama selamatkan hiu!”. Kampanye ini lebih dari itu. Semua orang yang getol mengampanyekan #SaveSharks turut berkontribusi dalam penyelamatan lingkungan. Kami melakukan riset bareng-bareng dan melakukan aksi nyata untuk menghentikan perburuan hiu. Sosialisasi langsung ke masyarakat juga kami lakukan, terlebih karena masyarakat sebagai konsumen utama yang memesan menu hiu menjadi alasan perburuan hiu masih ada. Kami tidak hanya melakukan pencerdasan atau sosialisasi massa lewat media sosial seperti Twitter. Beberapa teman yang berprofesi sebagai guru bahkan melakukan sosialisasi #SaveSharks kepada murid-muridnya hingga mereka menjadi lebih peduli dan memutuskan untuk tidak makan menu apa pun yang terbuat dari bahan dasar hiu.

Karin, sesama pemenang Nescafe Journey 2, bahkan melakukan sosialisasi langsung di viharanya. Saya sendiri mengajak teman-teman sesama anak muda untuk ikutan kampanye ini. Tidak hanya dari Indonesia, teman-teman yang tinggal di luar negeri juga ikutan. Dan, …ini hanya sebagian kecil dari aksi kami untuk mengupayakan #SaveSharks.

Hashtag #SaveSharks hanya sebagian kecil dari aksi nyata yang kami lakukan. Tapi, dari hashtag ini, sudah cukup banyak orang yang mengerti akan pentingnya hiu dan bahaya mengonsumsi makanan berbahan dasar hiu sehingga memutuskan untuk tidak memakannya lagi. Petisi online #SaveSharks di website Change.org juga salah satu aksi untuk kampanye ini. Ini adalah link-nya:

http://www.change.org/petitions/hentikan-penjualan-bayi-hiu-di-supermarket-dan-restoran-savesharks

Sudah lebih dari 1.680 orang menandatangani petisi ini. Kami percaya pada perubahan yang dimulai dari langkah-langkah kecil. Sekarang semuanya kembali lagi pada konsumen, sudah siapkah kita menjadi konsumen yang bijak dan tidak memesan serta mengonsumsi makanan berbahan dasar hiu?

Referensi:
http://www.seashepherd.org/sharks/shark-finning.html diakses pada 4 Februari 2013 pukul 14:01.

Sumber foto:
www.ourbreathingplanet.com

0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>