Sharks Trader

Hiu yang masih hidup jauh lebih berharga daripada hiu yang sudah mati.

Hiu sang predator laut memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan ekosistemnya. Selain itu, nilai mereka dalam industri pariwisata juga sangat besar. Di Palau, setiap hiu karang telah diperkirakan bernilai hingga US$1.9 juta selama hidupnya untuk industri pariwisata (berdasarkan penelitian oleh Pew Environmental Group yang rilis pada 2011). Jika kita bandingkan hal ini dengan pendapatan nelayan yang hanya sekitar US$150 dari penjualan sirip hiu, alasan untuk perlindungan mereka menjadi sangat jelas.

Beberapa negara yang mulai memahami kontribusi berharga hiu terhadap lingkungan dan ekonomi pun akhirnya mulai mengambil langkah pertama untuk melindungi hiu.

Raja Ampat, Papua Barat, Indonesia, sudah dikenal sebagai pusat dari keanekaragaman hayati laut. Di tahun 2010, pemerintah Raja Ampat membuat sebuah langkah yang berani dengan menyatakan keseluruhan 46.000 km2 sebagai tempat perlindungan untuk hiu dan pari manta (Shark & Manta Sanctuary).

Sangat disayangkan, di saat sebuah daerah di timur Indonesia ini telah dinyatakan tempat perlindungan, bukannya semakin sadar, berbagai masakan dari daging bayi hiu malah terlihat semakin menjamur di kota-kota besar yang tersebar di seluruh Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Bogor, Makassar, Medan, dan Surabaya.

Mengerikan. Sup sirip hiu yang sudah lama menjadi sebuah bagian dari acara-acara besar karena popularitasnya sebagai bagian dari tradisi, sebenarnya bertanggung jawab untuk penurunan populasi hiu di seluruh dunia. Sekarang tak hanya itu, bagaikan sebuah tren kuliner, daging bayi hiu diolah menjadi sup, sate, nasi goreng, steak, bakso, dan berbagai jenis masakan lain yang dijual di berbagai macam tempat makan mulai dari restoran hingga tenda pinggir jalan.

bobbysteak_web

Selain itu, kita juga bisa menemukan bayi hiu yang dijual di beberapa supermarket besar yang ada di kota-kota tersebut. Harga bayi hiu sendiri bervariasi mulai dari Rp20.000-Rp35.000. Tragis. Dengan siklus perkembangbiakan yang sangat lambat dibandingkan dengan hampir semua jenis ikan lain, siklusnya harus terpotong bahkan sebelum mereka mempunyai kesempatan untuk berkembang biak.

Baby sharks

Konsumen harus menggunakan kekuatan mereka dalam memegang kendali pasar dengan mengurangi permintaan. Hingga konsumen memutus permintaan untuk produk hiu, rantai penjualan akan terus ada. Daripada hanya mengikuti tren yang ada, seharusnya konsumen bisa lebih cerdik dan bijaksana dalam membeli.

Bulan Februari 2014 yang lalu, saya sempat berkeliling Kota Sorong, Papua Barat. Saya kaget sekali karena ternyata jual-beli sirip hiu masih ada dan berjalan normal di kota yang merupakan pintu utama keluar masuk Raja Ampat ini.

Saya pergi ke di salah satu pasar ikan yang cukup besar di Sorong, yaitu Pasar Jembatan Puri, di sana saya mendapat info dari orang lokal sekitar bahwa di daerah nelayan sekitar pasar terdapat satu pengepul sirip hiu yang cukup besar. Orang lokal tersebut bahkan mengaku pernah menyewakan gudangnya ke si pengepul, tetapi karena bau amis dari sirip-sirip yang belum kering itu sangat bau dan mengganggu para tetangga, dia pun berhenti menyewakannya setelah hampir 1,5 tahun. Dia pun menjelaskan bahwa sirip-sirip ini biasanya diekspor ke beberapa negara, salah satunya Cina. Si pengepul juga mengirimkan sirip-sirip ini ke beberapa kota besar di Indonesia terutama Jakarta, Surabaya, dan Makassar.

Biasa katanya, sirip-sirip, kulit bahkan daging hiu yang dijemur cukup banyak, hingga terlihat dari jauh. Sayangnya, hari itu, cuaca yang agak mendung sepertinya membuat pengepul tersebut tidak menjemur sirip-sirip hiu seperti biasanya dan gudangnya pun ditutup.

Tak hanya itu, saya pun mendapat informasi bahwa ternyata di daerah Tembok, ada satu pengepul yang mengaku mendapat izin jual-beli sirip hiu dari Department Perikanan Sorong.

Terlihat beberapa sirip hiu yang di letakan di sebuah tempat di lantai. Saya hanya bisa mengenal 2 jenis hiu dilihat dari siripnya, yaitu hiu sirip hitam (blacktip-shark) dan hiu monyet (thresher shark). Tidak hanya itu, di dalam gudang, ternyata terdapat sebuah kontainer penuh berisi sirip-sirip bayi hiu juga sebuah karung dengan sirip-sirip hiu yang lebih besar.

Thresher Shark's Fin_Sorong

Harga yang ditawarkan bervariasi berdasarkan ukuran sirip. Untuk sirip bayi hiu, harga perkilonya sekitar Rp200.000-Rp300.000. Untuk sirip yang besar, biasanya perkilonya mencapai Rp1.500.000. Mereka mengikat sirip-sirip yang berasal dari satu tubuh hiu dengan tali, biasa beratnya bisa lebih dari 1 kg.

IMG_6755

Awalnya, si penjual mengatakan bahwa sirip-sirip ini berasal dari perairan Raja Ampat. Tetapi, di akhir pembicaraan setelah dia berkali-kali meyakinkan saya bahwa ini bukan barang ilegal, dia mengatakan kalau ini adalah sirip-sirip dari daerah luar Raja Ampat, seperti Fakfak dan Kaimana, karena dia pun mengetahui tentang pelarangan tangkap hiu di daerah perlindungan Raja Ampat. Saya bahkan dijanjikan akan dibantu untuk mengurus izin bila saya ingin mengirim sirip-sirip ini ke kota atau negara lain.

Miris. Kota pelabuhan yang menjadi pintu dari daerah perlindungan hiu dan pari manta yang pertama di Indonesia ternyata masih menjual produk-produk dari hasil yang dilindungi. Cukup jelas bahwa tanggung jawab Pemerintah adalah untuk menjaga lingkungan juga ekonomi lokal salah satunya dengan menjaga hiu. Tapi, di sisi lain, konsumen juga bertanggung jawab karena memegang peranan penting dalam pasar, sehingga seharusnya bisa lebih cerdik dan bijak dalam membuat pilihan. Selama masih ada orang yang masih ingin membeli, pasti akan tetap ada orang yang menjualnya.

Mari jadi konsumen yang lebih bijak!

Komunitas peduli laut yang mendukung penghentian eksploitasi hiu di perairan Indonesia melalui kampanye & edukasi kepada konsumen. Facebook Twitter

0 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>