Kualitas Udara Palembang Hari Ini, Senin 24 Agustus 2026, berada dalam kondisi yang perlu diwaspadai. BMKG menyatakan kualitas udara Kota Palembang berada pada level tidak sehat, dengan konsentrasi PM2.5 di Stasiun Musi 2 tercatat mencapai 69,5 µg/m³. Kondisi tersebut dipengaruhi kabut asap kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa wilayah Sumatera Selatan dan terbawa menuju Kota Palembang.
Situasi kualitas udara juga berubah cukup cepat berdasarkan lokasi dan waktu pengukuran. Data IQAir pada Senin siang menunjukkan kondisi yang lebih buruk, yakni sekitar AQI US 241 atau kategori sangat tidak sehat, dengan PM2.5 sekitar 166 µg/m³ pada pukul 12.00 waktu setempat. kondisi polusi udara Palembang terbaru karena itu sebaiknya dipantau secara berkala, terutama sebelum masyarakat melakukan aktivitas cukup lama di luar ruangan.
Kualitas Udara Palembang Hari Ini Tidak Sehat
BMKG Sumatera Selatan menjelaskan pemantauan di Stasiun PM2.5 Musi 2 menunjukkan kualitas udara sejak Minggu hingga Senin pagi masih masuk kategori tidak sehat.
PM2.5 merupakan partikel udara berukuran sangat kecil, yakni kurang dari atau sama dengan 2,5 mikrometer. Ukurannya yang sangat halus membuat partikel ini dapat terhirup ketika seseorang bernapas.
Konsentrasi yang tercatat BMKG sebesar 69,5 µg/m³ pada Senin pagi menunjukkan masyarakat perlu lebih berhati-hati, khususnya kelompok yang sensitif terhadap pencemaran udara.
AQI Palembang Sempat Sangat Tidak Sehat
Data pemantauan real-time lainnya memperlihatkan kondisi dapat jauh lebih buruk pada jam tertentu.
IQAir mencatat pada pukul 03.00 waktu setempat Palembang berada pada AQI US 220, kategori sangat tidak sehat, dengan konsentrasi PM2.5 sekitar 145 µg/m³. Data pukul 12.00 bahkan menunjukkan AQI US 241 dengan PM2.5 166 µg/m³.
Perbedaan angka antara BMKG dan platform AQI dapat terjadi karena lokasi stasiun, waktu pengukuran, serta metode indeks yang digunakan berbeda. Karena itu, angka dari sistem berbeda tidak sebaiknya dibandingkan secara langsung tanpa memperhatikan satuan dan standar kategorinya.
Bukit Kecil Terpantau Buruk
Kualitas udara Palembang akibat kabut asap tidak selalu sama pada setiap kecamatan. Data yang mengutip pemantauan Kementerian Lingkungan Hidup menyebut konsentrasi PM2.5 di kawasan Bukit Kecil, Simpang Icon City, mencapai 216 µg/m³ pada pukul 07.00 WIB.
IQAir juga memperlihatkan variasi besar antarstasiun. Pada salah satu pembaruan dini hari, Bukit Kecil tercatat memiliki AQI US 247, sedangkan Musi 2 berada pada 173 dan Sukarami 171.
Data tersebut memperlihatkan pentingnya memeriksa kualitas udara berdasarkan lokasi terdekat, bukan hanya menggunakan satu angka untuk seluruh Kota Palembang.
Kabut Asap Karhutla Jadi Faktor Utama
BMKG mengaitkan memburuknya kualitas udara dengan asap kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.
Asap terbawa oleh pergerakan angin menuju Palembang sehingga meningkatkan konsentrasi partikulat di udara.
ANTARA juga melaporkan citra satelit Himawari-9 mendeteksi sebaran asap di Sumatera Selatan. Kabut asap bahkan sempat membuat jarak pandang di Palembang pada pagi hari menjadi sangat terbatas.
Situasi karhutla Sumatera sendiri mendapat perhatian pemerintah pusat. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan di Riau, Jambi, serta Sumatera Selatan.
Kondisi Sudah Buruk Sejak Akhir Pekan

Penurunan kualitas udara bukan baru terjadi pada Senin pagi.
BMKG mencatat pada Sabtu malam konsentrasi PM2.5 di Palembang pernah mencapai 305,4 µg/m³. Kemudian pada Minggu pukul 09.00 WIB masih tercatat sekitar 82,3 µg/m³. Pada dini hari Minggu, nilai tertinggi yang tercatat mencapai 205,5 µg/m³.
Kabut asap Palembang hari ini 2026 dengan demikian merupakan kelanjutan kondisi buruk yang sudah berlangsung selama beberapa hari, bukan perubahan yang terjadi secara mendadak hanya pada Senin.
Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar
Dengan kualitas udara berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat pada beberapa pengukuran, masyarakat disarankan mengurangi paparan udara luar.
BMKG secara khusus mengimbau warga membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama masyarakat yang mempunyai gangguan pernapasan. Jika harus keluar rumah, penggunaan masker dan kacamata dianjurkan untuk membantu mengurangi paparan.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan selama kondisi udara memburuk adalah:
- Kurangi olahraga dan aktivitas berat di luar ruangan.
- Gunakan masker yang mampu menyaring partikel halus dengan baik ketika keluar rumah.
- Tutup jendela apabila asap di luar cukup pekat.
- Anak-anak, lansia, dan kelompok sensitif sebaiknya mengurangi paparan.
- Pantau data kualitas udara sebelum melakukan aktivitas luar dalam waktu lama.
IQAir juga merekomendasikan menghindari olahraga di luar serta menutup jendela ketika kondisi polusi Palembang berada pada tingkat sangat tidak sehat.
Pemerintah Palembang Bagikan Masker
Memburuknya kondisi udara mendorong Pemerintah Kota Palembang melakukan pembagian masker kepada masyarakat.
Pembagian dilakukan terutama di sejumlah persimpangan dan lokasi yang banyak dilalui masyarakat. Langkah tersebut ditujukan untuk mengurangi paparan kabut asap terhadap warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan.
Meski penggunaan masker dapat membantu mengurangi paparan partikulat, mengurangi durasi berada di luar ruangan tetap menjadi langkah penting ketika konsentrasi PM2.5 sedang tinggi.
Angka Kualitas Udara Bisa Berubah Setiap Jam
Perlu diperhatikan bahwa Kualitas Udara Palembang Hari Ini bersifat dinamis. Kondisi pukul 07.00 WIB belum tentu sama dengan siang atau malam hari.
Sebagai contoh, IQAir mencatat AQI US Palembang berubah dari 220 pada sekitar pukul 03.00 menjadi 185 pada pukul 05.00, lalu kembali tercatat sekitar 241 pada pukul 12.00.
Perubahan arah dan kecepatan angin, jumlah titik kebakaran, suhu, serta kondisi atmosfer dapat memengaruhi konsentrasi asap yang mencapai perkotaan.
Karena itu, masyarakat sebaiknya memeriksa data terbaru beberapa saat sebelum beraktivitas, terutama bila kondisi langit masih terlihat berkabut.
Kualitas Udara Palembang Hari Ini, Senin 24 Agustus 2026, berada dalam kondisi buruk akibat kabut asap karhutla. BMKG mencatat PM2.5 sebesar 69,5 µg/m³ di Stasiun Musi 2 dan mengategorikan kualitas udara tidak sehat.
Pemantauan real-time dari IQAir menunjukkan kondisi dapat lebih buruk pada lokasi dan jam tertentu, termasuk mencapai AQI US 241 atau kategori sangat tidak sehat pada Senin siang. Masyarakat, khususnya kelompok sensitif, disarankan membatasi aktivitas luar dan menggunakan perlindungan yang sesuai apabila harus keluar rumah.
FAQ
Bagaimana kualitas udara Palembang hari ini?
BMKG menyatakan kualitas udara Palembang pada Senin, 24 Agustus 2026 berada dalam kategori tidak sehat, sementara beberapa pemantauan AQI pada jam tertentu menunjukkan kategori sangat tidak sehat.
Berapa PM2.5 Palembang hari ini?
BMKG mencatat PM2.5 sekitar 69,5 µg/m³ di Stasiun Musi 2. Angka di lokasi dan waktu berbeda dapat lebih tinggi.
Mengapa udara Palembang buruk?
BMKG menyebut kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan menjadi salah satu faktor utama.
Apakah aman berolahraga di luar hari ini?
Aktivitas berat di luar sebaiknya dikurangi ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat atau lebih buruk, terutama bagi kelompok sensitif.
Apakah kualitas udara bisa membaik pada sore hari?
Bisa berubah, tetapi tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan kondisi pagi. Konsentrasi polutan sangat dipengaruhi angin, cuaca, dan sebaran asap sehingga pemantauan terbaru tetap diperlukan.

